Tindakan sekolah ini ditentang keras oleh Gay, Lesbian and Straight Education Network (GLSEN). Direktur Utama GLSEN, Eliza Byard, menyatakan bahwa "sekolah tidak seharusnya mengeluarkan siswa gay atau lesbian. Ini suatu kekerasan yang dapat melanggar privasi dan keamanan mereka." Yang lebih parah, siswa tersebut mengaku mendapat ancaman dari pihak sekolah—seorang guru memanggilnya ke kantor dan memaksanya untuk mengaku di hadapan orang tuanya sebagai seorang gay.

Tahun ajaran berakhir, dan Raka menatap ke depan dengan harapan. Ia masih akan melanjutkan belajar di SMA, bertemu orang‑orang baru, dan mungkin menemukan kembali perasaannya yang terus berkembang. Apa yang paling penting baginya kini adalah:

Salah satu teman dekatnya, , selalu memperhatikan Raka ketika ia terlihat murung. Suatu siang, saat mereka duduk di bangku taman belakang sekolah, Dina bertanya dengan lembut:

"I've liked you for a while now," Alex said, his cheeks flushing. "I was scared to say anything, but I feel like we connect in a way that I don't with anyone else."